Sabtu, 06 November 2010

Kesombongan Rohani



                  Lukas 18:9-14
            Menurut kamus bahasa Indonesia kata sombong berarti menghargai diri secara berlebihan. Akibat dari penghargaan diri sendiri adalah memandang rendah orang lain. Kesombongan identik dengan selalu mengandalkan kekuatan diri sendiri.  Kesombongan adalah salah satu sifat yang sangat dibenci oleh Tuhan.  Bahkan Tuhan tidak segan2 untuk menghukum orang2 yang menyombongkan dirinya. Contohnya adalah raja Herodes yang sedang berpidato dengan menyebut dirinya adalah Tuhan, lalu dihukum Tuhan dengan sambaran petir. Selain Herodes di dalam Alkitab orang2 Farisi adalah orang2 yang selalu tampil dengan kesombongan.  Mari kita lihat lebih dalam tentang orang2 farisi.
             Ciri2 kesombongan rohani (Orang Farisi)
            Orang farisi yang sedang berdoa itu ternyata seorang yang sangat sombong. Berkaitan dengan kesombongan rohani maka ada beberapa ciri yang dapat kita lihat.  
Menganggap diri benar.
Kesombongan rohani dimulai dengan sikap menganggap diri benar.  Kaum Farisi digambarkan sebagai pengamat dan penegak hukum Taurat yang sangat teliti.  Dengan kepatuhannya terhadap hukum tertulis dan hukum lisan semakin membuat orang ini merasa dirinya manusia sempurna. Dalam gulungan naskah-naskah Laut Mati, kaum Farisi dikatakan sebagai kaum yang suka mencari dan memerhatikan hal-hal yang sangat kecil (ingat peristiwa bagaimana orang2 farisi menegur murid2 Yesus yang makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu).   Mereka menjadi pengamat pelaksanaan hukum yang sangat teliti, karena mereka memiliki kerangka berpikir bahwa Allah mencintai orang yang taat hukum  dan menghukum yang tidak patuh. Ketika melihat orang lain menderita mereka biasanya langsung memberikan vonis bahwa orang tersebut  menderita karena dosa. Ingat peristiwa Yesus menyembuhan seorang buta, menurut orang Farisi orang yang buta itu karena dosa.
Menurut para ahli, kaum Farisi adalah perkembangan dari kelompok Hasidim.  Kelompok Hasidim adalah kelompok yang menganggap diri mereka sebagai orang beragama yang saleh.   Karena mereka menganggap dirinya saleh, maka Kelompok Hasidim memisahkan diri dari orang biasa. Mereka membentuk satu komonitas dan selalu membawa pemisahan. Orang Farisi sering mengkritik Tuhan Yesus karena sering berkumpul dengan orang2 berdosa dan para pemungut cukai.
Menurut kitab Talmud   orang Farisi dibagi ke dalam beberapa tipe.  Ada jenis orang Farisi yang menyombongkan kebaikan-kebaikannya.  Ada juga orang Farisi yang memalingkan wajahnya untuk menghindari melihat perempuan.   Ada orang Farisi yang sering mengangguk-anggukan kepalanya seolah-olah bijaksana.  Ada orang Farisi yang menghitung kebaikannya,  Ada orang Farisi yang mematuhi Allah karena takut.  Ada orang Farisi yang mematuhi Allah karena mengasihi Allah.
Dalam kaitannya dengan kehidupan kita. Di saat kita mengangga diri benar, maka kita harus berhati2 karena kita sudah masuk di dalam satu zona kesombongan. Ingat bahwa status kita di hadapan Tuhan adalah manusia yang sangat berdosa dan sangat tidak layak. Dilihat dari segi keadilan yang paling pantas untuk orang2 berdosa adalah hukuman. Kekristenan hancur ketika orang2 kristen menganggap dirinya benar. Inilah yang pernah terjadi di India. Tentu kita pernah mendengar cerita bagaimana seorang tokoh nasional India bernama Mahatma Gandhi sangat mengagumi ajaran2 dari Tuhan Yesus. Setiap hari ia pergi, maka buku wajib yang dibawanya adalah Alkitab perjanjian baru. Beberapa kali Gandhi ingin pergi ke gereja, tetapi penerima tamu selalu mengusirnya. Hal itu membuat Gandhi sangat kecewa. Ia mengatakan seandainya orang2 kristen hidup seperti kristus, maka dunia ini akan dipenuhi oleh kekristenan. Orang2 kristen yang dilihat oleh Gandhi tidak menjadi berkat karena kesombongannya.
Dalam kaitannya dengan gereja. Salah masalah yang terus terjadi di Indonesia adalah setiap gereja menganggap dirinya benar, dan menganggap gereja yang lain salah.  Jika ada gereja yang sampai sekarang masih punya anggapan yang demikian, maka itulah gereja yang sombong. Seorang pendeta yang sangat terkenal dari bernama John Wesley juga terjebak dengan pola piker ini. Dia menganggap gereja yang ia dirikan yaitu gereja Metodis adalah satu2nya gereja yang paling benar. Sepintas kehidupan orang2 metodis pada waktu memang sangat menonjol. Mereka hidup saleh dan kesalehan orang2 metodis sangat terkenal di daratan Eropa pada masa itu. Tetapi satu ketika John Wesley bermimpi pergi ke surga dengan ditemani oleh seorang malaikat Tuhan. Sesampainya di surga John Wesley melihat ada banyak orang. Lalu ia bertanya kepada malaikat yang membawanya ada di sini orang presbiterian, dengan santai malakai menjawab tidak ada, (orang kharismatik, orang pantekosta, orang baptis). Lalu dengan muka penasaran dia bertanya adakah orang2 metodis. Malaikat pun tetap menjawab tidak ada. Lalu dengan penuh ketegangan dia kembali bertanya lalu dari gereja mana orang2 yang di surga itu, malakat menjawabnya dengan mengatakan bahwa orang2 yang di surge adalah orang2 yang percaya kepada Tuhan Yesus. John Wesley terdiam lalu kemudian ia menyadari bahwa tidak ada gunanya menganggap gerejanya yang paling benar.
Isi doanya memuji diri sendiri
            Ciri kesombongan rohani berikutnya dapat kita lihat dari isi doa yang dipanjatkannya. Seharusnya doa dipanjatkan untuk memuji kebesaran Allah, karena ia adalah raja atas semua ciptaan. Sehingga segala puji, hormat, dan kemulian hanya untuk Tuhan. Apakah doa yang berisikan pemujaan terhadap Allah ada di dalam doa orang farisi ini? Sama sekali tidak.  Kita kata2 di dalam doanya.
Aku tidak sama seperti semua orang lain. Ingat pola pikir orang farisi, mereka sangat memandang rendah orang lain. Dan bangga dengan hidupnya sendiri yang sedemikian saleh dan tanpa cacat.
Bukan perampok. Hidupnya saleh sudah pasti jauh dari yang namanya perampokan.
Bukan orang lalim. Lalim identik dengan sifat keras kepala yang disertai dengan kebodohan dan pikiran yang sempit.
Bukan pezinah. Hukum farisi jika ada orang yang ketahuan berbuat zinah maka harus dirajam dengan  batu sampai mati. Ingat peristiwa seorang perempuan yang hendak dilempar batu di dalam kita Yohanes.
Bukan juga seperti pemungut cukai ini. Sekarang orang farisi ini dengan terang2an menunjukkan sikap tidak sukanya dengan pemungut cukai, sehingga ia membandingkan hidup.
Aku berpuasa dua kali seminggu. Menurut ajaran Tuhan Yesus, jika kita berpuasa, maka haruslah memakai minyak sehingga tidak dilihat dan tidak ketahuan kita sedang berpuasa. Dengan kata lain lakukan puasa denga tersembunyi sehingga tidak diketahui orang lain. Jika kehidupan puasa digembar-gemborkan maka itulah kesombongan.
Aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilan.  Setiap kita wajib untuk memberikan perpuluhan dan persembahan tetapi harus dengan kerelaan hati. Tuhan Yesus menyampaikan etika di dalam member yaitu, apa yang diberikan oleh tangan kanan tidak boleh diketahui oleh tangan kiri. Dengan kata lain saat kita memberi untuk pekerjaan Tuhan tidak perlu memberitahukan kepada semua orang. Cukuplah kita sendiri yang tahu.
            Itulah isi doa orang farisi yang memegahkan dirinya sendiri. Melihat doa yang demikian Tuhan Yesus berkata bahwa orang farisi yang meninggikan dirinya di hadapanh Allah, akan direndahkan dan doanya tidak dijawab oleh Tuhan.
Pemungut Cukai
Pemungut Cukai (dalam bahasa Yunani publicani) adalah istilah yang digunakan bagi orang yang bertugas mengumpulkan pajak dari masyarakat Yahudi untuk diserahkan kepada pemerintahRomawi di Palestina sekitar abad pertama.  Dengan demikian, pemungut cukai adalah petugas pajak, dan merupakan salah satu jenis pekerjaan di masyarakat Yahudi waktu itu.  Akan tetapi, profesi pemungut cukai dipandang buruk oleh masyarakat Yahudi di sekitar mereka, bahkan cenderung dibenci oleh rakyat.  Alasan dibencinya para pemungut cukai setidaknya ada tiga:
1.Ditariknya pajak dibenci oleh rakyat sebab memberatkan mereka
2.Pemungut cukai menarik pajak untuk pemerintah Romawi yang dianggap musuh oleh rakyat
3.Cara yang digunakan para pemungut cukai sangat kejam dan tidak adil
Seorang pemungut cukai bukanlah orang sembarangan, sebab mereka perlu memiliki kemampuan menulis, membaca, dan berhitung. Selain itu, mereka perlu memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang, baik pejabat pemerintahan maupun rakyat biasa. Karena mereka berasal dari masyarakat, mereka dituntut untuk tidak terlalu menindas rakyat mereka sendiri namun sekaligus menghindari dari pejabat pemerintah yang korup. Meskipun demikian, para pemungut cukai tetap dianggap sebagai pengkhianat oleh masyarakat Yahudi, apalagi jika pemungut cukai terlalu berlebihan dalam menarik pajak untuk memperkaya diri mereka sendiri.
Menyadari dirinya sebagai orang berdosa.
 Pemungut cukai datang ke hadapan Tuhan dengan hati nyang hancur karena ia sadar akan hidupnya yang sangat berdosa. Ketika ia berdoa, ia sujud dan merasa dirinya tidak layak untuk berdiri dan mengkat tangannya. Bahkan ia memukul dirinya, karena begitu dalam penyesalannya akan dosa. Ia berduka dan sangat sedih, hatinya hancur. Saat kita datang ke hadapan Tuhan, maka satu hal yang harus kita sadari yaitu kita adalah orang berdosa. Kita tidak alasan untuk meninggikan diri.
Meminta pengampunan dari Tuhan.
            Setelah menyadari kalau ternyata dirinya adalah manusia yang sangat berdosa, pemungut cukai tersebut berharap Tuhan mengampuni dosa2nya. Tidak cukup baginya untuk sadar akan dosa. Kesadaran akan dosa harus diikuti dengan kemauan untuk membereskan dosa. Di sekeliling kita saya yakin banyak orang yang sadar akan kesalahannya, akan dosa2nya. Tetapi sedikit yang mau memperbaiki diri dari kesalahan dan dosa yang sudah diperbuatnya.
            Akhirnya kita bisa melihat bagaimana Allah menerima doa pemungut cukai dan kemudian membenarkannya. Mari kita dating ke hadapan Tuhan dengan sikap hati yang menyadari keberdosaan kita dan mari kita terus meminta Tuhan yang memperbaharui hati kita. Soli Deo Gloria.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar